Adwiyatunnafisah

1.5M ratings
277k ratings

See, that’s what the app is perfect for.

Sounds perfect Wahhhh, I don’t wanna
adwiyatunnafisah
urfa-qurrota-ainy

“Akan tiba suatu masa dalam hidupmu, di mana kau begitu terobsesi dengan ketenangan dalam tidurmu, makanmu, mandimu, kerjamu, sebab hidupmu mendadak berubah menjadi ajang tangisan, teriakan, dan interupsi si tubuh mungil. Lalu akan tiba pula masa ketika kau memandang ruang-ruang yang telah sunyi dari semua suara nyaring itu dan hatimu merasa kosong.”

adwiyatunnafisah

:“)

adwiyatunnafisah

mari kita nikmati hidup

Setiap orang yang pernah patah,

Mereka tumbuh dengan tunas yang baru

Sebagian lain berkembang pelan namun masih setengah rusak

Sisanya pasrah karna tak mampu menahan isak

Jangan khawatir

Segala risaumu tak pernah sendiri

Ia bergulat penuh dengan nyali dan akal sehat

Sampai lelah kemudian pergi.

Menyisakan epilog di pagi hari dengan mata yang sembap sisa malam tadi.

Jadi, Lanjutkan hidupmu..

karena dunia masih berputar hari ini.

Mari kita coba lagi, besok dan besoknya lagi.

Untuk siapapun yang sedang menyembuhkan diri,

Percayalah, kamu tak pernah benar-benar sendiri.

adwiyatunnafisah
ekobambangf

Ini Tentang Kamu

Pagi ini langit Jakarta biru cerah dengan banyak awan menghiasinya. Dipadu dengan suara burung dan bisingnya kendaraan yang saling bersaing masuk ke telinga.

Di bawah langit itu ada kamu, yang telah menjejak lama disini, tumbuh berkembang disini dan bertaut hati dengan tanah yang kamu pijak sambil menanam harapan akan hidup dan kehidupan nanti.

Di bawah langit yang kamu pijak ini, setiap waktu beberapa hal berubah, menyesuaikan kondisi dan tuntutan zaman, baik itu tata kotanya maupun manusia dengan segala yang berkaitan dengannya. Dan kamu pun mengikuti geliat perubahan itu.

Di bawah langit yang kamu berdiam di atasnya, ada spirit dan nilai yang harus berdiam pada tempatnya, tak boleh terhanyut oleh pasangnya perubahan.

Di bawah langit yang kamu tabur dengan cerita dan kenangan, ada narasi tentang tekad dan impian yang kamu daraskan. Ada gelak tawa yang menggembirakan, ada kecewa dan sedih yang menyelipi, ada masa lalu yang dirindui, ada yang tak mau diungkap, ada yang tak mau diulang, ada yang menjadi ibroh dan ada yang harus diperbaiki di masa depan.

Di bawah langit yang kamu sirami dengan kesabaran, ada kesalahan diri yang kamu insyafi, ada kesalahan orang yang kamu maafkan, ada prasangka baik yang kamu tumbuhkan.

Di bawah langit ini kehidupanmu saling berkelindan dengan kehidupan manusia lain. Ada yang beririsan, ada yang mengarsir penuh lingkaran, ada yang hanya sebuah titik.

Dan langit itu beserta tanah di bawahnya masih tetap ada, utuh beserta kamu dengan segala ceritanya.


Jakarta, 10 Desember 2017.

adwiyatunnafisah

Puisi pertama abine Hilwa yang lagi kesengsem sama gadis Jakarta pada masanya:) 


iya sama akuh, cia elah.

adwiyatunnafisah
adwiyatunnafisah

Jika

Nanti kita telah dewasa

Kemudian ibu dan ayah sudah mulai renta

Mungkin kita baru menyadari

Bahwa tidaklah mudah menjadi manusia yang punya predikat dewasa

Jika nanti kita tlah berganti peran

Mengurus dan mendidik buah hati tercinta

Mungkin kita baru menyadari

Bahwa mendapat gelar orangtua bukan hal sederhana

Mungkin ketika kita tlah berumahtangga

Menjadi pendatang di sebuah wilayah tetangga

Kita baru menyadari

Bahwa menjadi orang baik menurut orang lain

Tidak semudah kata kata motivasi di dalam sosial media

Selagi ada waktu

Selagi ada ilmu

Selagi kita bisa dan mampu

Tak bisakah kita menyicilnya dari sekarang?

Puncak, 19 juni 2018

adwiyatunnafisah

yok bisa yok dicicil yok biar lunas wk

Ibu

Dulu sekali, aku selalu bertanya “Kenapa ibu kuat sekali?” pagi hari ia menyiapkan semua perlengkapan sekolah dan sarapan untuk ke-enam anaknya. Kemudian pergi ke pasar, berkeliling tetangga untuk berjualan, malamnya mengajar ngaji dan menyiapkan makan malam. Begitu saja setiap hari.

Ibu kuat sekali ya, aku jarang sekali melihat ibu menangis atau mengeluh. Aku fikir, memang semua ibu dikaruniai sebuah bakat menjadi super hero yang siap siaga setiap saat dan tempat.

Setelahnya, ketika aku beranjak remaja aku mulai menjadi teman bercerita ibu, kadang ia berkeluh kesah dan mengeluh usianya yang tua dan badan yang mulai sakit.

Oh ternyata ibu juga bisa sakit sesekali, ibu juga bisa Lelah seperti aku.

Tapi aku belum pernah melihat ibu sedih, apa ibu selalu Bahagia? Hebat sekali ya.

Kemudian aku terus bertumbuh dan menuju dewasa awal, aku dan ibu sekarang seperti teman.

Setiap hari sepulang kuliah aku bercerita banyak hal, mulai dari apa yang ku lihat di stasiun sebelum berangkat kuliah, di dalam kereta, sampai menyebalkan dan menyenangkannya kuliah hari itu.

Meski tidak semua ibu mengerti, ia selalu mendengarkan.

Ibu hebat ya, sudah Lelah, tapi telinganya selalu sabar mendengarkan.

Ibu pun balik bercerita, tentang dagangannya yang dibeli tapi tak kunjung dibayar, tentang masakannya yang suka tidak habis karna aku dan kakak-kakakku lebih memilih jajan diluar, atau tentang tingkah konyol ayah yang membuat ibu kesal. Di penghujung hari, kami saling memijit dan menertawai hari kami masing-masing.

“wah ternyata ibu juga bisa jengkel dan kesal ya.. ibu juga bisa mengeluh tentang kesehariannya”

Kemudian aku terus bertumbuh, menyelesaikan pendidikanku dan mulai bekerja. Wah sekarang aku sudah mulai menghasilkan uang sendiri, tentu aku membaginya dengan ibu.

Sama seperti malam-malam sebelumnya, kami selalu menutup hari dengan cerita masing-masing, sambil kadang-kadang nasihat ibu terselip di akhir malam seperti sengaja diselipkan menjadi hikmah di hari tersebut. Kini emosi dan emoji mulai beragam, kadang satu hari kami habiskan dengan tawa, malam lain ditutup dengan saling mengusap dan memeluk, atau saling menangis.

Aku baru tahu, bahwa ibu bahkan bisa menangis.

Ibu bercerita tentang kondisi finansial yang sedang sulit, atau masalah keluarga yang rumit.

Aku sungguh tersipu, selama ini pasti banyak emoji yang tersimpan, yang mungkin aku tak sadari karna aku sibuk dengan kegiatan dan pe-er pe-er ku.

Dan kemudian aku menikah, menjadi istri dari suamiku.

Malam-malam mulai tergantikan, setiap minggu aku sempatkan bercerita dengan ibu, ibu selalu memberikan ku nasihat dan tips tips untuk aku menjalankan peran baru.

Kemudian, aku melahirkan dan

Menjadi seorang ibu untuk anakku :”).

Hamil, menyusui, mengurus anak apalagi ketika sakit, mengurus rumah tangga sekaligus. Juga aku memilih menjadi ibu bekerja, segala dinamika rumah tangga yang seringkali membuatku menangis dan merasa payah.

Hey, ini baru dua tahun menuju tiga tahun. Kenapa kamu begitu lemah?

Sekarang, aku tau, bahwa menjadi ibu bukan tiba-tiba menjadi hebat, mereka memilih untuk menjadi hebat. Memilih untuk menjadi kuat, memilih untuk bertahan, bersabar dan Bahagia.

Tapi aku juga belajar bahwa menjadi hebat bukan berarti tidak boleh merasa sedih, kesal, marah dan sakit.

Menjadi hebat adalah pilihan untuk bertumbuh dan berkembang dengan menerima semua prosesnya.

Karena begitulah para ibu memilih untuk menjadi hebat :”) .

Terimakasih ibuku, karena aku belajar banyak hal darimu 😊.

Selamat hari ibu, untuk para ibu di dunia.

Terimakasih untuk memilih menjadi hebat 😊.

-Adwiyatunnafisah

Seorang ibu.

types the title here

Jakarta, 25th December 2021

Dear my self, before I say thanks to anyone, I want to say thanks to you.

To my self, who stand till the end. Who through so many things till the last episodes.

Finally. You did it. You have done. With all the things that made you rush, busy and mad or desperate sometimes.

When you choose to be quit, it doesn’t mean you lose, you choose it and you are the winner in the game.

You growth and developed.

You had through so many things till now.

Thank you for your patience, sacrifice and all of your hopes.

You keep sane and happy at the end.

You complete your journey with smile, proud and thanks.

Now, the new life is begin, new phase in your life become in,

The big deal that you really afraid of before, you had choosen it.

Its perfect time to say, “I can do it” “Lets we start” with smile, proud and spirit again.

Lets go my self, its time to upgrade!

-The resignation day-

😊

Hai,

dari aku yang sedang tidak baik – baik saja.

Aku sedang Lelah, entah dengan apa

Perasaan ku resah dan gelisah

Entah karena apa

Kamu pernah merasakannya?

Kamu ingin sekali menangis

Tapi tidak tahu bagaimana caranya dan apa alasannya

Rasanya seperti kamu terlalu Lelah

Tapi juga merasa sia sia

Aku yang sedang tidak baik – baik saja,

Entah aku meracau apa

Aku sungguh gelisah

Aku ingin sekali menangis

Tapi mataku bahkan tlah Lelah

Ia tau tak kan ada gunanya

Untukmu yang sedang tidak baik-baik saja,

Mengakulah.

Karena kamu benar sedang tidak baik-baik saja.

Jangan mengelak

Itu hanya akan membuatmu sesak

Jangan menjauh

Itu hanya akan membuatmu bertambah patah

Mari kita hadapi

Perasaan yang sedang tidak baik-baik saja ini

Semoga besok,

Aku dan kamu setidaknya sudah mulai baik meski belum sepenuhnya pulih.

Tidak apa,

Karena merasa sedang tidak baik-baik saja, adalah tanda kamu tidak mati rasa.

Jakarta, Satu setengah tahun setelah Pandemi,

Aku yang sedang tidak baik-baik saja

Adwiyatunnafisah.

Hi, my life

Welcome to 2021.

1st year old of suck pandemic.

Chaos? Of course

Bored? So badly.

Everyone in this world just don’t know what to do.

Its suck pandemic make everyone going be crazy.

Udahan ah ngomongin pandeminya

Lelah.

Just talk about my life

Hai 2021

Hi my life

As a wife

As a mom.

My daughter turning 1st year.

Im so happy, she is an adorable girl, smart and pretty.

Udah mulai kerasa vibes dan profesi baru jadi emak

Maklum, tahun pertama emang jadi tahun adaptasi bagi semua emak di dunia.

Jadwal jadwal tidur yang berantakan, mood yang ga karuan

Mimpi mimpi dan rencana yang bergeser

Prioritas yang ditata ulang

Kehilangan waktu me time dan bahkan ga menyadari kondisi diri sendiri.

Yes, I did. I through it.

Akhirnya tahun pertama as a mom berlalu,

Emang bener kalo ada quotes quotes yang bilang kalo lahiran itu bukan hal yang paling sakit dan susah, karena setelah lahiran jauh lebih susah wkwk.

Dulu (cie udah bisa bilang dulu, haha) waktu Hilwa (yes, my daughter’s name) lahir, kondisi gue ga karuan setelahnya

Alhamdulillah ga sampe ngerasain baby blues sih,

But because everythings is change a lot at one time, of course my life was chaos.

Jadi orangtua, spesifiknya jadi ibu emang ga ada sekolahnya (padahal gue udah ikutan komunitas ibu professional lhoh dulu wkwk), urusan pertetek bengekan masalah menyusui, ASI, ganti popok, kenapa tiba tiba kulit bayi merah, how to handle her crying, daan lain lainnya

Ada manusia baru yang hadir di hidup kita memang butuh adaptasi, perubahan yang terjadi ga bisa dihentikan atau ditunda.

Everything just takes time.

But unfortunately, Kalau kita udah lahiran, dan otomatis kita jadi ibu, semua orang atau kebanyakan orang gamau tau, lo ibunya, lo harus paham dan ngerti semuanya. Ya pokoknya gamau tau lah.

So sad L

Padahal masa masa awal kelahiran rentan banget buat kesehatan mental ibu.

Bayangin ya, baru aja melalui proses panjang secara fisik, mau lahiran normal  atau sc semua sama sama berat coy.

Terus pas udah lahiran, ada bayi, semuanya berubah dan fokus sama bayinya.

Everyone care to the baby.

It’s a good things? Yes, of course.

But if you only care to the baby, its not.

Akhirnya emaknya jadi nomer dua, pokoknya yang penting bayi.

Ga ada yang salah memprioritaskan bayi, tapi yang salah adalah menyalahkan, memojokkan dan membuat ibu tidak nyaman.

But, Alhamdulillah thankful to Allah

I passed it.

Alhamdulillah juga ga ada drama drama awal kelahiran yang

Membuat stressfull, ASI lancar, bayi oke.

Alhamdulillah punya suami yang sportif dan mau kerja sama, sama sama begadang, sama sama khawatir dan sama sama belajar.

Pas udah jadi orangtua tuh ya berasa banget kalo kita itu bener bener jadi –kita-

Maksudnya dulu kan kalo masih manten baru gitu yaa kita ya kita (apasih lo mi wkwk) kita as a couple gitu, dikenal orang pasangan suami istri gitu ya

Tapi pas jadi orangtua, kita beneran jadi kita as a parent for kids gitu

Di dalam rumah tangga kita bener-bener harus jadi kita, karena namanya orangtua ya harus kerjasama

Aturan-aturan, berbagi peran sebagai ibu dan ayah

Dll. Pas jadi orangtua baru berasa gunanya manajemen komunikasi dan emosi.

Gimana kita berdua bisa sama-sama menyampaikan yang kita rasakan dan kita mau terkait parenting, tentang harapan dan apa yang telah kita lakukan.

Tentang apa yang akan kita lakukan dan rencanakan.

Seru?

Banget., haha

Tapi juga ngeri ngeri sedaap

Sekarang keputusan kita akan sesuatu akan berdampak pada manusia lain (re: bayi mungil).

Keputusan kita sekecil apapun akan mempengaruhi bagaimana ia tumbuh dan berkembang, serem ga sih kalo dipikir-pikir? Wkwk

Tapi ya namanya sunnatullah, jalanin aja semua ada waktunya,

Everything has a first time.

Kita tahu ini adalah pertama kalinya untuk kita,

Tapi bukan berarti kita boleh semaunya tanpa rencana,

Because this is my first, so I will do my best, right?

Jadi ibu ga mudah, tapi juga ga sesulit yang dibayangkan.

Jadi orangtua itu ga sederhana, tapi ga serumit yang dipikirkan.

Kadang kalo ada notifikasi memori di media sosial “foto anda 2 tahun lalu, 3 tahun lalu, 4 tahun lalu” suka mikir, dulu gue di foto ini udah mikirin tentang pernikahan dan parenting belom ya? haha

Boro boro mikirin parenting, kayanya ngeliat pernikahan aja masih yang unyu unyunya doang, ga keliatan tuh asem garemnya kehidupan pasca pernikahan hahaha dasar mahasiswa.

Terus bersyukur aja gitu, Allah ngasih kesempatan ada di titik ini,

Ngerasain jadi ibu, jadi istri sekaligus jadi working mom (curhadd)

Rasanya jungkir balik ngatur waktu supaya semuanya seimbang,

Rasanya mood yang roller coaster karna domestic vs public.

Rasanya capek abis kerja seharian, keujanan terus liat rumah berantakan, cucian numpuk, anak belepotan dan makan malem belom siap :”).

Semua ada waktunya, semua ada seninya.

Dinikmatin aja.

Disyukurin bisa merasakan semuanya.

Teruntuk dikadik dan teman-teman yang sedang sibuk mengerjakan aktivitas tapi di sela sela suka baper dan iri liat yang udah nikah,

Just enjor your life, take your time as you can, as long as you want for being your self.

Ga ada kata terlambat, semua ada waktunya

Nikmatin selagi bisa, just do what can you do, what can you want.

Bukan berate setelah nikah ga bisa dilakuin,

But when you got marriage, your life is change a lot.

Ada orang-orang atau lingkaran lain yang harus difikirkan dan didiskusikan.

Dan untuk para emak-emak newbie like me,

Yuk bisa yuk

Wkwk

Apapun yang sedang kita hadapi hari ini,

Just take a deep breath

Remember,

One day that we spent with our kiddos today,

It will be her/his childhood memories than.

Be our best!

Enjoy your meals everyone!

Tegal, 21 maret 2021

-Adwiyatunnafisah

Long time no see you.

Its been 2 years.

Pernah ga sih, kalian tiba tiba menyadari bahwa kalian bertambah kuat? Menjadi lebih hebat?

Yang padahal itu bukan terjadi secara tiba tiba,

Its a loooong process, but you just realize.

Its trough so many phases, a long track, but you too busy and you just realize, you became more greater than you think before at the end.

Its happened to me.


It’s been 2 years.

I have to say that the marriage change my life at all. Being a wife and a mom is really change my life, my self, my routinity, my perception, whole of my life.


Am i scared at the beginning?


Of course, a lot.


Terlalu banyak jika diceritakan dari awal,

Segala pertetek bengekan dan Lika liku yang terjadi. Segala macam adaptasi newlyweed, drama kehamilan, dilemma working mom, sampai mengahadapi si pandemi yang ngeselin ini.


And these days,

There is a big bad news comes to my life,

Its about my work, my job.


But my feelings just “Whan can we do? We just can stay for my people that i love and give my best”


No crying, no worries.


I just realize, this same bad news came to my life about last year, at the time

Im crying everyday,

Feeling so depressed

And stressfull

Everyone is never care with my struggle, how far have i gone. They didn’t respect what Im done. Everyone is busy. Suck people.

Im so , so so sick. Hurt.


Im keep trying, healing my self

Just focus with my positive side

Just focus with people who loves me and I loved.

Just focus, with my progress,


And now, when anything cames to my life,

I just realize, I became more stronger.


Its not a finish line, so I have to keep walking, go a head.


Hi, my life!

Im ready to go!


:)

Thank you for stay, my self. You are great than you think!

For every sacrifice,

Allah never sleep


He Will pay you with awesome way.




Jakarta,

3rd march 2021

Adwiyatunnafisah